RELEASE DOCUMENTS RELATING TO THE NATIONAL GOLD CORPORATION BILL 2022

"""'"""""""""""""""""&qu...

Showing posts with label mahasiswa papua. Show all posts
Showing posts with label mahasiswa papua. Show all posts

Monday 25 May 2015

Yohakim Tekege: Perlunya Koperasi Perenehur bagi Masyarakat Papua

Bogor, Suara Kaido -Koperasi yang sedang berkembang di seluruh Nusantara seolah –olah menjadi usaha individu atau sekelompok orang .Semestinya, koprasi perenehur dibangun untuk merangkul masyarakat pada umumnya untuk membentuk karakter menjadi  wirausaha.

Hal itu disampaikan oleh Yohakim Tekege, Mahasiswa Papua Progaram S 2 di kota study Bogor disela-sela diskusi, diasrama Mahasiswa Paniai, Bogor, Senin, (25/11/13).

Kepada Suara Kaido, Yohakim mengatakan, Menurut pengamatan saya masyarakat asli papua menjadi konsumtif abadi sementara peluang-peluang pasar di monopoli oleh kaum borjuis,”Ujarnya

Lanjut Tekege, “Saya berharap dibidang ini, perlu dijadikan kurikulim pendidikan untuk diterapkan  menjadi sebuah mata pelajaran agar bisa menjadi wirausaha yang handal dan profesional pada masa yang mendatang, “Harapnya.

Namun. Lanjunnya,  agar dapat membuka wawasan berwirausaha bagi siswa/i atau generasi mudah secara teori sebab perluh dipahami sejak dalam proses sekolah

Sebab selama ini banyak generasi Papua berlombah-lombah menjadi PNS, sedangkan bidang Wirausaha di dominasi oleh non-Papua,” Jelasnya.

“Oleh sebab itu,  mau dan tidak mau harus di kurikulumkan oleh Dinas Pendidikan Provissi Papua.

Selain itu, perlu mendirikan koperasi di papua baik di perkotaan maupun kampung-kampung dan pesisir serta pegunungan papua untuk mengatasi konsumerisme di papua melalui instansi terkait,”Tegas Tekege.

“Saya menyatakan hal ini, karena saya perna mencoba mendirikan Koperasi di Wilayah Kabupaten Deiyai, tepatnya di kampung Damabagat.  Dan selain itu, di Kabupaten Paniai, di Kampung Komopa.

Namun, diharapakan kepada Pemerintah Provinsi Papua perlu menjadi fasilitator, untuk bantu berupah alat-alat kerja, bibit-bibit tanaaman, yang bias produksi sendiri oleh masyarakat.

“Demi membangun masyarakat Papua mandiri diatas tanah-Nya sendiri,”Pungkas Wirausaha asal Papua itu.

Sebab. dengan adanya bantuan-bantuan danayang  dikucurkan tapan ada pengawasan oleh pihak Pemda, pada akhirnya masyarakat di Papua terbentuk ketergantunga, sehingga daya juang semaking hari semaki melemah.

Oleh karena itu  diharapkan kepada Pemerintah Daerah perlu membangun Sumber Daya Manusia di Papua dalam bidang wirausaha.Demi menyelamat orang Papua pada masa yang mendatang.(Marthen Yeimo/SK)

BERITA TERKAIT: SEMINAR DAN DISKUSI

Yohakim Tekege: Perlunya Koperasi Perenehur bagi Masyarakat Papua

Bogor, Suara Kaido -Koperasi yang sedang berkembang di seluruh Nusantara seolah –olah menjadi usaha individu atau sekelompok orang .Semestinya, koprasi perenehur dibangun untuk merangkul masyarakat pada umumnya untuk membentuk karakter menjadi  wirausaha.

Hal itu disampaikan oleh Yohakim Tekege, Mahasiswa Papua Progaram S 2 di kota study Bogor disela-sela diskusi, diasrama Mahasiswa Paniai, Bogor, Senin, (25/11/13).

Kepada Suara Kaido, Yohakim mengatakan, Menurut pengamatan saya masyarakat asli papua menjadi konsumtif abadi sementara peluang-peluang pasar di monopoli oleh kaum borjuis,”Ujarnya

Lanjut Tekege, “Saya berharap dibidang ini, perlu dijadikan kurikulim pendidikan untuk diterapkan  menjadi sebuah mata pelajaran agar bisa menjadi wirausaha yang handal dan profesional pada masa yang mendatang, “Harapnya.

Namun. Lanjunnya,  agar dapat membuka wawasan berwirausaha bagi siswa/i atau generasi mudah secara teori sebab perluh dipahami sejak dalam proses sekolah

Sebab selama ini banyak generasi Papua berlombah-lombah menjadi PNS, sedangkan bidang Wirausaha di dominasi oleh non-Papua,” Jelasnya.

“Oleh sebab itu,  mau dan tidak mau harus di kurikulumkan oleh Dinas Pendidikan Provissi Papua.

Selain itu, perlu mendirikan koperasi di papua baik di perkotaan maupun kampung-kampung dan pesisir serta pegunungan papua untuk mengatasi konsumerisme di papua melalui instansi terkait,”Tegas Tekege.

“Saya menyatakan hal ini, karena saya perna mencoba mendirikan Koperasi di Wilayah Kabupaten Deiyai, tepatnya di kampung Damabagat.  Dan selain itu, di Kabupaten Paniai, di Kampung Komopa.

Namun, diharapakan kepada Pemerintah Provinsi Papua perlu menjadi fasilitator, untuk bantu berupah alat-alat kerja, bibit-bibit tanaaman, yang bias produksi sendiri oleh masyarakat.

“Demi membangun masyarakat Papua mandiri diatas tanah-Nya sendiri,”Pungkas Wirausaha asal Papua itu.

Sebab. dengan adanya bantuan-bantuan danayang  dikucurkan tapan ada pengawasan oleh pihak Pemda, pada akhirnya masyarakat di Papua terbentuk ketergantunga, sehingga daya juang semaking hari semaki melemah.

Oleh karena itu  diharapkan kepada Pemerintah Daerah perlu membangun Sumber Daya Manusia di Papua dalam bidang wirausaha.Demi menyelamat orang Papua pada masa yang mendatang.(Marthen Yeimo/SK)

BERITA TERKAIT: SEMINAR DAN DISKUSI

Yohakim Tekege: Perlunya Koperasi Perenehur bagi Masyarakat Papua

Bogor, Suara Kaido -Koperasi yang sedang berkembang di seluruh Nusantara seolah –olah menjadi usaha individu atau sekelompok orang .Semestinya, koprasi perenehur dibangun untuk merangkul masyarakat pada umumnya untuk membentuk karakter menjadi  wirausaha.

Hal itu disampaikan oleh Yohakim Tekege, Mahasiswa Papua Progaram S 2 di kota study Bogor disela-sela diskusi, diasrama Mahasiswa Paniai, Bogor, Senin, (25/11/13).

Kepada Suara Kaido, Yohakim mengatakan, Menurut pengamatan saya masyarakat asli papua menjadi konsumtif abadi sementara peluang-peluang pasar di monopoli oleh kaum borjuis,”Ujarnya

Lanjut Tekege, “Saya berharap dibidang ini, perlu dijadikan kurikulim pendidikan untuk diterapkan  menjadi sebuah mata pelajaran agar bisa menjadi wirausaha yang handal dan profesional pada masa yang mendatang, “Harapnya.

Namun. Lanjunnya,  agar dapat membuka wawasan berwirausaha bagi siswa/i atau generasi mudah secara teori sebab perluh dipahami sejak dalam proses sekolah

Sebab selama ini banyak generasi Papua berlombah-lombah menjadi PNS, sedangkan bidang Wirausaha di dominasi oleh non-Papua,” Jelasnya.

“Oleh sebab itu,  mau dan tidak mau harus di kurikulumkan oleh Dinas Pendidikan Provissi Papua.

Selain itu, perlu mendirikan koperasi di papua baik di perkotaan maupun kampung-kampung dan pesisir serta pegunungan papua untuk mengatasi konsumerisme di papua melalui instansi terkait,”Tegas Tekege.

“Saya menyatakan hal ini, karena saya perna mencoba mendirikan Koperasi di Wilayah Kabupaten Deiyai, tepatnya di kampung Damabagat.  Dan selain itu, di Kabupaten Paniai, di Kampung Komopa.

Namun, diharapakan kepada Pemerintah Provinsi Papua perlu menjadi fasilitator, untuk bantu berupah alat-alat kerja, bibit-bibit tanaaman, yang bias produksi sendiri oleh masyarakat.

“Demi membangun masyarakat Papua mandiri diatas tanah-Nya sendiri,”Pungkas Wirausaha asal Papua itu.

Sebab. dengan adanya bantuan-bantuan danayang  dikucurkan tapan ada pengawasan oleh pihak Pemda, pada akhirnya masyarakat di Papua terbentuk ketergantunga, sehingga daya juang semaking hari semaki melemah.

Oleh karena itu  diharapkan kepada Pemerintah Daerah perlu membangun Sumber Daya Manusia di Papua dalam bidang wirausaha.Demi menyelamat orang Papua pada masa yang mendatang.(Marthen Yeimo/SK)
BERITA TERKAIT: SEMINAR DAN DISKUSI

Yohakim Tekege: Perlunya Koperasi Perenehur bagi Masyarakat Papua

Bogor, Suara Kaido -Koperasi yang sedang berkembang di seluruh Nusantara seolah –olah menjadi usaha individu atau sekelompok orang .Semestinya, koprasi perenehur dibangun untuk merangkul masyarakat pada umumnya untuk membentuk karakter menjadi  wirausaha.

Hal itu disampaikan oleh Yohakim Tekege, Mahasiswa Papua Progaram S 2 di kota study Bogor disela-sela diskusi, diasrama Mahasiswa Paniai, Bogor, Senin, (25/11/13).

Kepada Suara Kaido, Yohakim mengatakan, Menurut pengamatan saya masyarakat asli papua menjadi konsumtif abadi sementara peluang-peluang pasar di monopoli oleh kaum borjuis,”Ujarnya

Lanjut Tekege, “Saya berharap dibidang ini, perlu dijadikan kurikulim pendidikan untuk diterapkan  menjadi sebuah mata pelajaran agar bisa menjadi wirausaha yang handal dan profesional pada masa yang mendatang, “Harapnya.

Namun. Lanjunnya,  agar dapat membuka wawasan berwirausaha bagi siswa/i atau generasi mudah secara teori sebab perluh dipahami sejak dalam proses sekolah

Sebab selama ini banyak generasi Papua berlombah-lombah menjadi PNS, sedangkan bidang Wirausaha di dominasi oleh non-Papua,” Jelasnya.

“Oleh sebab itu,  mau dan tidak mau harus di kurikulumkan oleh Dinas Pendidikan Provissi Papua.

Selain itu, perlu mendirikan koperasi di papua baik di perkotaan maupun kampung-kampung dan pesisir serta pegunungan papua untuk mengatasi konsumerisme di papua melalui instansi terkait,”Tegas Tekege.

“Saya menyatakan hal ini, karena saya perna mencoba mendirikan Koperasi di Wilayah Kabupaten Deiyai, tepatnya di kampung Damabagat.  Dan selain itu, di Kabupaten Paniai, di Kampung Komopa.

Namun, diharapakan kepada Pemerintah Provinsi Papua perlu menjadi fasilitator, untuk bantu berupah alat-alat kerja, bibit-bibit tanaaman, yang bias produksi sendiri oleh masyarakat.

“Demi membangun masyarakat Papua mandiri diatas tanah-Nya sendiri,”Pungkas Wirausaha asal Papua itu.

Sebab. dengan adanya bantuan-bantuan danayang  dikucurkan tapan ada pengawasan oleh pihak Pemda, pada akhirnya masyarakat di Papua terbentuk ketergantunga, sehingga daya juang semaking hari semaki melemah.

Oleh karena itu  diharapkan kepada Pemerintah Daerah perlu membangun Sumber Daya Manusia di Papua dalam bidang wirausaha.Demi menyelamat orang Papua pada masa yang mendatang.(Marthen Yeimo/SK)

BERITA TERKAIT: SEMINAR DAN DISKUSI

Yohakim Tekege: Perlunya Koperasi Perenehur bagi Masyarakat Papua

Bogor, Suara Kaido -Koperasi yang sedang berkembang di seluruh Nusantara seolah –olah menjadi usaha individu atau sekelompok orang .Semestinya, koprasi perenehur dibangun untuk merangkul masyarakat pada umumnya untuk membentuk karakter menjadi  wirausaha.

Hal itu disampaikan oleh Yohakim Tekege, Mahasiswa Papua Progaram S 2 di kota study Bogor disela-sela diskusi, diasrama Mahasiswa Paniai, Bogor, Senin, (25/11/13).

Kepada Suara Kaido, Yohakim mengatakan, Menurut pengamatan saya masyarakat asli papua menjadi konsumtif abadi sementara peluang-peluang pasar di monopoli oleh kaum borjuis,”Ujarnya

Lanjut Tekege, “Saya berharap dibidang ini, perlu dijadikan kurikulim pendidikan untuk diterapkan  menjadi sebuah mata pelajaran agar bisa menjadi wirausaha yang handal dan profesional pada masa yang mendatang, “Harapnya.

Namun. Lanjunnya,  agar dapat membuka wawasan berwirausaha bagi siswa/i atau generasi mudah secara teori sebab perluh dipahami sejak dalam proses sekolah

Sebab selama ini banyak generasi Papua berlombah-lombah menjadi PNS, sedangkan bidang Wirausaha di dominasi oleh non-Papua,” Jelasnya.

“Oleh sebab itu,  mau dan tidak mau harus di kurikulumkan oleh Dinas Pendidikan Provissi Papua.

Selain itu, perlu mendirikan koperasi di papua baik di perkotaan maupun kampung-kampung dan pesisir serta pegunungan papua untuk mengatasi konsumerisme di papua melalui instansi terkait,”Tegas Tekege.

“Saya menyatakan hal ini, karena saya perna mencoba mendirikan Koperasi di Wilayah Kabupaten Deiyai, tepatnya di kampung Damabagat.  Dan selain itu, di Kabupaten Paniai, di Kampung Komopa.

Namun, diharapakan kepada Pemerintah Provinsi Papua perlu menjadi fasilitator, untuk bantu berupah alat-alat kerja, bibit-bibit tanaaman, yang bias produksi sendiri oleh masyarakat.

“Demi membangun masyarakat Papua mandiri diatas tanah-Nya sendiri,”Pungkas Wirausaha asal Papua itu.

Sebab. dengan adanya bantuan-bantuan danayang  dikucurkan tapan ada pengawasan oleh pihak Pemda, pada akhirnya masyarakat di Papua terbentuk ketergantunga, sehingga daya juang semaking hari semaki melemah.

Oleh karena itu  diharapkan kepada Pemerintah Daerah perlu membangun Sumber Daya Manusia di Papua dalam bidang wirausaha.Demi menyelamat orang Papua pada masa yang mendatang.(Marthen Yeimo/SK)
BERITA TERKAIT: SEMINAR DAN DISKUSI

Yohakim Tekege: Perlunya Koperasi Perenehur bagi Masyarakat Papua

Bogor, Suara Kaido -Koperasi yang sedang berkembang di seluruh Nusantara seolah –olah menjadi usaha individu atau sekelompok orang .Semestinya, koprasi perenehur dibangun untuk merangkul masyarakat pada umumnya untuk membentuk karakter menjadi  wirausaha.

Hal itu disampaikan oleh Yohakim Tekege, Mahasiswa Papua Progaram S 2 di kota study Bogor disela-sela diskusi, diasrama Mahasiswa Paniai, Bogor, Senin, (25/11/13).

Kepada Suara Kaido, Yohakim mengatakan, Menurut pengamatan saya masyarakat asli papua menjadi konsumtif abadi sementara peluang-peluang pasar di monopoli oleh kaum borjuis,”Ujarnya

Lanjut Tekege, “Saya berharap dibidang ini, perlu dijadikan kurikulim pendidikan untuk diterapkan  menjadi sebuah mata pelajaran agar bisa menjadi wirausaha yang handal dan profesional pada masa yang mendatang, “Harapnya.

Namun. Lanjunnya,  agar dapat membuka wawasan berwirausaha bagi siswa/i atau generasi mudah secara teori sebab perluh dipahami sejak dalam proses sekolah

Sebab selama ini banyak generasi Papua berlombah-lombah menjadi PNS, sedangkan bidang Wirausaha di dominasi oleh non-Papua,” Jelasnya.

“Oleh sebab itu,  mau dan tidak mau harus di kurikulumkan oleh Dinas Pendidikan Provissi Papua.

Selain itu, perlu mendirikan koperasi di papua baik di perkotaan maupun kampung-kampung dan pesisir serta pegunungan papua untuk mengatasi konsumerisme di papua melalui instansi terkait,”Tegas Tekege.

“Saya menyatakan hal ini, karena saya perna mencoba mendirikan Koperasi di Wilayah Kabupaten Deiyai, tepatnya di kampung Damabagat.  Dan selain itu, di Kabupaten Paniai, di Kampung Komopa.

Namun, diharapakan kepada Pemerintah Provinsi Papua perlu menjadi fasilitator, untuk bantu berupah alat-alat kerja, bibit-bibit tanaaman, yang bias produksi sendiri oleh masyarakat.

“Demi membangun masyarakat Papua mandiri diatas tanah-Nya sendiri,”Pungkas Wirausaha asal Papua itu.

Sebab. dengan adanya bantuan-bantuan danayang  dikucurkan tapan ada pengawasan oleh pihak Pemda, pada akhirnya masyarakat di Papua terbentuk ketergantunga, sehingga daya juang semaking hari semaki melemah.

Oleh karena itu  diharapkan kepada Pemerintah Daerah perlu membangun Sumber Daya Manusia di Papua dalam bidang wirausaha.Demi menyelamat orang Papua pada masa yang mendatang.(Marthen Yeimo/SK)
BERITA TERKAIT: SEMINAR DAN DISKUSI

Yohakim Tekege: Perlunya Koperasi Perenehur bagi Masyarakat Papua

Bogor, Suara Kaido -Koperasi yang sedang berkembang di seluruh Nusantara seolah –olah menjadi usaha individu atau sekelompok orang .Semestinya, koprasi perenehur dibangun untuk merangkul masyarakat pada umumnya untuk membentuk karakter menjadi  wirausaha.

Hal itu disampaikan oleh Yohakim Tekege, Mahasiswa Papua Progaram S 2 di kota study Bogor disela-sela diskusi, diasrama Mahasiswa Paniai, Bogor, Senin, (25/11/13).

Kepada Suara Kaido, Yohakim mengatakan, Menurut pengamatan saya masyarakat asli papua menjadi konsumtif abadi sementara peluang-peluang pasar di monopoli oleh kaum borjuis,”Ujarnya

Lanjut Tekege, “Saya berharap dibidang ini, perlu dijadikan kurikulim pendidikan untuk diterapkan  menjadi sebuah mata pelajaran agar bisa menjadi wirausaha yang handal dan profesional pada masa yang mendatang, “Harapnya.

Namun. Lanjunnya,  agar dapat membuka wawasan berwirausaha bagi siswa/i atau generasi mudah secara teori sebab perluh dipahami sejak dalam proses sekolah

Sebab selama ini banyak generasi Papua berlombah-lombah menjadi PNS, sedangkan bidang Wirausaha di dominasi oleh non-Papua,” Jelasnya.

“Oleh sebab itu,  mau dan tidak mau harus di kurikulumkan oleh Dinas Pendidikan Provissi Papua.

Selain itu, perlu mendirikan koperasi di papua baik di perkotaan maupun kampung-kampung dan pesisir serta pegunungan papua untuk mengatasi konsumerisme di papua melalui instansi terkait,”Tegas Tekege.

“Saya menyatakan hal ini, karena saya perna mencoba mendirikan Koperasi di Wilayah Kabupaten Deiyai, tepatnya di kampung Damabagat.  Dan selain itu, di Kabupaten Paniai, di Kampung Komopa.

Namun, diharapakan kepada Pemerintah Provinsi Papua perlu menjadi fasilitator, untuk bantu berupah alat-alat kerja, bibit-bibit tanaaman, yang bias produksi sendiri oleh masyarakat.

“Demi membangun masyarakat Papua mandiri diatas tanah-Nya sendiri,”Pungkas Wirausaha asal Papua itu.

Sebab. dengan adanya bantuan-bantuan danayang  dikucurkan tapan ada pengawasan oleh pihak Pemda, pada akhirnya masyarakat di Papua terbentuk ketergantunga, sehingga daya juang semaking hari semaki melemah.

Oleh karena itu  diharapkan kepada Pemerintah Daerah perlu membangun Sumber Daya Manusia di Papua dalam bidang wirausaha.Demi menyelamat orang Papua pada masa yang mendatang.(Marthen Yeimo/SK)
BERITA TERKAIT: SEMINAR DAN DISKUSI

Yohakim Tekege: Perlunya Koperasi Perenehur bagi Masyarakat Papua

Bogor, Suara Kaido -Koperasi yang sedang berkembang di seluruh Nusantara seolah –olah menjadi usaha individu atau sekelompok orang .Semestinya, koprasi perenehur dibangun untuk merangkul masyarakat pada umumnya untuk membentuk karakter menjadi  wirausaha.

Hal itu disampaikan oleh Yohakim Tekege, Mahasiswa Papua Progaram S 2 di kota study Bogor disela-sela diskusi, diasrama Mahasiswa Paniai, Bogor, Senin, (25/11/13).

Kepada Suara Kaido, Yohakim mengatakan, Menurut pengamatan saya masyarakat asli papua menjadi konsumtif abadi sementara peluang-peluang pasar di monopoli oleh kaum borjuis,”Ujarnya

Lanjut Tekege, “Saya berharap dibidang ini, perlu dijadikan kurikulim pendidikan untuk diterapkan  menjadi sebuah mata pelajaran agar bisa menjadi wirausaha yang handal dan profesional pada masa yang mendatang, “Harapnya.

Namun. Lanjunnya,  agar dapat membuka wawasan berwirausaha bagi siswa/i atau generasi mudah secara teori sebab perluh dipahami sejak dalam proses sekolah

Sebab selama ini banyak generasi Papua berlombah-lombah menjadi PNS, sedangkan bidang Wirausaha di dominasi oleh non-Papua,” Jelasnya.

“Oleh sebab itu,  mau dan tidak mau harus di kurikulumkan oleh Dinas Pendidikan Provissi Papua.

Selain itu, perlu mendirikan koperasi di papua baik di perkotaan maupun kampung-kampung dan pesisir serta pegunungan papua untuk mengatasi konsumerisme di papua melalui instansi terkait,”Tegas Tekege.

“Saya menyatakan hal ini, karena saya perna mencoba mendirikan Koperasi di Wilayah Kabupaten Deiyai, tepatnya di kampung Damabagat.  Dan selain itu, di Kabupaten Paniai, di Kampung Komopa.

Namun, diharapakan kepada Pemerintah Provinsi Papua perlu menjadi fasilitator, untuk bantu berupah alat-alat kerja, bibit-bibit tanaaman, yang bias produksi sendiri oleh masyarakat.

“Demi membangun masyarakat Papua mandiri diatas tanah-Nya sendiri,”Pungkas Wirausaha asal Papua itu.

Sebab. dengan adanya bantuan-bantuan danayang  dikucurkan tapan ada pengawasan oleh pihak Pemda, pada akhirnya masyarakat di Papua terbentuk ketergantunga, sehingga daya juang semaking hari semaki melemah.

Oleh karena itu  diharapkan kepada Pemerintah Daerah perlu membangun Sumber Daya Manusia di Papua dalam bidang wirausaha.Demi menyelamat orang Papua pada masa yang mendatang.(Marthen Yeimo/SK)
BERITA TERKAIT: SEMINAR DAN DISKUSI

Yohakim Tekege: Perlunya Koperasi Perenehur bagi Masyarakat Papua

Bogor, Suara Kaido -Koperasi yang sedang berkembang di seluruh Nusantara seolah –olah menjadi usaha individu atau sekelompok orang .Semestinya, koprasi perenehur dibangun untuk merangkul masyarakat pada umumnya untuk membentuk karakter menjadi  wirausaha.

Hal itu disampaikan oleh Yohakim Tekege, Mahasiswa Papua Progaram S 2 di kota study Bogor disela-sela diskusi, diasrama Mahasiswa Paniai, Bogor, Senin, (25/11/13).

Kepada Suara Kaido, Yohakim mengatakan, Menurut pengamatan saya masyarakat asli papua menjadi konsumtif abadi sementara peluang-peluang pasar di monopoli oleh kaum borjuis,”Ujarnya

Lanjut Tekege, “Saya berharap dibidang ini, perlu dijadikan kurikulim pendidikan untuk diterapkan  menjadi sebuah mata pelajaran agar bisa menjadi wirausaha yang handal dan profesional pada masa yang mendatang, “Harapnya.

Namun. Lanjunnya,  agar dapat membuka wawasan berwirausaha bagi siswa/i atau generasi mudah secara teori sebab perluh dipahami sejak dalam proses sekolah

Sebab selama ini banyak generasi Papua berlombah-lombah menjadi PNS, sedangkan bidang Wirausaha di dominasi oleh non-Papua,” Jelasnya.

“Oleh sebab itu,  mau dan tidak mau harus di kurikulumkan oleh Dinas Pendidikan Provissi Papua.

Selain itu, perlu mendirikan koperasi di papua baik di perkotaan maupun kampung-kampung dan pesisir serta pegunungan papua untuk mengatasi konsumerisme di papua melalui instansi terkait,”Tegas Tekege.

“Saya menyatakan hal ini, karena saya perna mencoba mendirikan Koperasi di Wilayah Kabupaten Deiyai, tepatnya di kampung Damabagat.  Dan selain itu, di Kabupaten Paniai, di Kampung Komopa.

Namun, diharapakan kepada Pemerintah Provinsi Papua perlu menjadi fasilitator, untuk bantu berupah alat-alat kerja, bibit-bibit tanaaman, yang bias produksi sendiri oleh masyarakat.

“Demi membangun masyarakat Papua mandiri diatas tanah-Nya sendiri,”Pungkas Wirausaha asal Papua itu.

Sebab. dengan adanya bantuan-bantuan danayang  dikucurkan tapan ada pengawasan oleh pihak Pemda, pada akhirnya masyarakat di Papua terbentuk ketergantunga, sehingga daya juang semaking hari semaki melemah.

Oleh karena itu  diharapkan kepada Pemerintah Daerah perlu membangun Sumber Daya Manusia di Papua dalam bidang wirausaha.Demi menyelamat orang Papua pada masa yang mendatang.(Marthen Yeimo/SK)
BERITA TERKAIT: SEMINAR DAN DISKUSI

Yohakim Tekege: Perlunya Koperasi Perenehur bagi Masyarakat Papua

Bogor, Suara Kaido -Koperasi yang sedang berkembang di seluruh Nusantara seolah –olah menjadi usaha individu atau sekelompok orang .Semestinya, koprasi perenehur dibangun untuk merangkul masyarakat pada umumnya untuk membentuk karakter menjadi  wirausaha.

Hal itu disampaikan oleh Yohakim Tekege, Mahasiswa Papua Progaram S 2 di kota study Bogor disela-sela diskusi, diasrama Mahasiswa Paniai, Bogor, Senin, (25/11/13).

Kepada Suara Kaido, Yohakim mengatakan, Menurut pengamatan saya masyarakat asli papua menjadi konsumtif abadi sementara peluang-peluang pasar di monopoli oleh kaum borjuis,”Ujarnya

Lanjut Tekege, “Saya berharap dibidang ini, perlu dijadikan kurikulim pendidikan untuk diterapkan  menjadi sebuah mata pelajaran agar bisa menjadi wirausaha yang handal dan profesional pada masa yang mendatang, “Harapnya.

Namun. Lanjunnya,  agar dapat membuka wawasan berwirausaha bagi siswa/i atau generasi mudah secara teori sebab perluh dipahami sejak dalam proses sekolah

Sebab selama ini banyak generasi Papua berlombah-lombah menjadi PNS, sedangkan bidang Wirausaha di dominasi oleh non-Papua,” Jelasnya.

“Oleh sebab itu,  mau dan tidak mau harus di kurikulumkan oleh Dinas Pendidikan Provissi Papua.

Selain itu, perlu mendirikan koperasi di papua baik di perkotaan maupun kampung-kampung dan pesisir serta pegunungan papua untuk mengatasi konsumerisme di papua melalui instansi terkait,”Tegas Tekege.

“Saya menyatakan hal ini, karena saya perna mencoba mendirikan Koperasi di Wilayah Kabupaten Deiyai, tepatnya di kampung Damabagat.  Dan selain itu, di Kabupaten Paniai, di Kampung Komopa.

Namun, diharapakan kepada Pemerintah Provinsi Papua perlu menjadi fasilitator, untuk bantu berupah alat-alat kerja, bibit-bibit tanaaman, yang bias produksi sendiri oleh masyarakat.

“Demi membangun masyarakat Papua mandiri diatas tanah-Nya sendiri,”Pungkas Wirausaha asal Papua itu.

Sebab. dengan adanya bantuan-bantuan danayang  dikucurkan tapan ada pengawasan oleh pihak Pemda, pada akhirnya masyarakat di Papua terbentuk ketergantunga, sehingga daya juang semaking hari semaki melemah.

Oleh karena itu  diharapkan kepada Pemerintah Daerah perlu membangun Sumber Daya Manusia di Papua dalam bidang wirausaha.Demi menyelamat orang Papua pada masa yang mendatang.(Marthen Yeimo/SK)
BERITA TERKAIT: SEMINAR DAN DISKUSI

Yohakim Tekege: Perlunya Koperasi Perenehur bagi Masyarakat Papua

Bogor, Suara Kaido -Koperasi yang sedang berkembang di seluruh Nusantara seolah –olah menjadi usaha individu atau sekelompok orang .Semestinya, koprasi perenehur dibangun untuk merangkul masyarakat pada umumnya untuk membentuk karakter menjadi  wirausaha.

Hal itu disampaikan oleh Yohakim Tekege, Mahasiswa Papua Progaram S 2 di kota study Bogor disela-sela diskusi, diasrama Mahasiswa Paniai, Bogor, Senin, (25/11/13).

Kepada Suara Kaido, Yohakim mengatakan, Menurut pengamatan saya masyarakat asli papua menjadi konsumtif abadi sementara peluang-peluang pasar di monopoli oleh kaum borjuis,”Ujarnya

Lanjut Tekege, “Saya berharap dibidang ini, perlu dijadikan kurikulim pendidikan untuk diterapkan  menjadi sebuah mata pelajaran agar bisa menjadi wirausaha yang handal dan profesional pada masa yang mendatang, “Harapnya.

Namun. Lanjunnya,  agar dapat membuka wawasan berwirausaha bagi siswa/i atau generasi mudah secara teori sebab perluh dipahami sejak dalam proses sekolah

Sebab selama ini banyak generasi Papua berlombah-lombah menjadi PNS, sedangkan bidang Wirausaha di dominasi oleh non-Papua,” Jelasnya.

“Oleh sebab itu,  mau dan tidak mau harus di kurikulumkan oleh Dinas Pendidikan Provissi Papua.

Selain itu, perlu mendirikan koperasi di papua baik di perkotaan maupun kampung-kampung dan pesisir serta pegunungan papua untuk mengatasi konsumerisme di papua melalui instansi terkait,”Tegas Tekege.

“Saya menyatakan hal ini, karena saya perna mencoba mendirikan Koperasi di Wilayah Kabupaten Deiyai, tepatnya di kampung Damabagat.  Dan selain itu, di Kabupaten Paniai, di Kampung Komopa.

Namun, diharapakan kepada Pemerintah Provinsi Papua perlu menjadi fasilitator, untuk bantu berupah alat-alat kerja, bibit-bibit tanaaman, yang bias produksi sendiri oleh masyarakat.

“Demi membangun masyarakat Papua mandiri diatas tanah-Nya sendiri,”Pungkas Wirausaha asal Papua itu.

Sebab. dengan adanya bantuan-bantuan danayang  dikucurkan tapan ada pengawasan oleh pihak Pemda, pada akhirnya masyarakat di Papua terbentuk ketergantunga, sehingga daya juang semaking hari semaki melemah.

Oleh karena itu  diharapkan kepada Pemerintah Daerah perlu membangun Sumber Daya Manusia di Papua dalam bidang wirausaha.Demi menyelamat orang Papua pada masa yang mendatang.(Marthen Yeimo/SK)
BERITA TERKAIT: SEMINAR DAN DISKUSI

Yohakim Tekege: Perlunya Koperasi Perenehur bagi Masyarakat Papua

Bogor, Suara Kaido -Koperasi yang sedang berkembang di seluruh Nusantara seolah –olah menjadi usaha individu atau sekelompok orang .Semestinya, koprasi perenehur dibangun untuk merangkul masyarakat pada umumnya untuk membentuk karakter menjadi  wirausaha.

Hal itu disampaikan oleh Yohakim Tekege, Mahasiswa Papua Progaram S 2 di kota study Bogor disela-sela diskusi, diasrama Mahasiswa Paniai, Bogor, Senin, (25/11/13).

Kepada Suara Kaido, Yohakim mengatakan, Menurut pengamatan saya masyarakat asli papua menjadi konsumtif abadi sementara peluang-peluang pasar di monopoli oleh kaum borjuis,”Ujarnya

Lanjut Tekege, “Saya berharap dibidang ini, perlu dijadikan kurikulim pendidikan untuk diterapkan  menjadi sebuah mata pelajaran agar bisa menjadi wirausaha yang handal dan profesional pada masa yang mendatang, “Harapnya.

Namun. Lanjunnya,  agar dapat membuka wawasan berwirausaha bagi siswa/i atau generasi mudah secara teori sebab perluh dipahami sejak dalam proses sekolah

Sebab selama ini banyak generasi Papua berlombah-lombah menjadi PNS, sedangkan bidang Wirausaha di dominasi oleh non-Papua,” Jelasnya.

“Oleh sebab itu,  mau dan tidak mau harus di kurikulumkan oleh Dinas Pendidikan Provissi Papua.

Selain itu, perlu mendirikan koperasi di papua baik di perkotaan maupun kampung-kampung dan pesisir serta pegunungan papua untuk mengatasi konsumerisme di papua melalui instansi terkait,”Tegas Tekege.

“Saya menyatakan hal ini, karena saya perna mencoba mendirikan Koperasi di Wilayah Kabupaten Deiyai, tepatnya di kampung Damabagat.  Dan selain itu, di Kabupaten Paniai, di Kampung Komopa.

Namun, diharapakan kepada Pemerintah Provinsi Papua perlu menjadi fasilitator, untuk bantu berupah alat-alat kerja, bibit-bibit tanaaman, yang bias produksi sendiri oleh masyarakat.

“Demi membangun masyarakat Papua mandiri diatas tanah-Nya sendiri,”Pungkas Wirausaha asal Papua itu.

Sebab. dengan adanya bantuan-bantuan danayang  dikucurkan tapan ada pengawasan oleh pihak Pemda, pada akhirnya masyarakat di Papua terbentuk ketergantunga, sehingga daya juang semaking hari semaki melemah.

Oleh karena itu  diharapkan kepada Pemerintah Daerah perlu membangun Sumber Daya Manusia di Papua dalam bidang wirausaha.Demi menyelamat orang Papua pada masa yang mendatang.(Marthen Yeimo/SK)
BERITA TERKAIT: SEMINAR DAN DISKUSI

Wednesday 30 July 2014

KSU Baliem Arabica Unit Simpan Pinjam "Papua Bangkit" didirikan Tanggal 29 Juli 2014

Diumumkan kepada seluruh masyarkaat Papua, khususnya mahasiswa Papua, secara khusus lagi Mahasiswa Papua di Kota Studi Yogyakarta bahwa

Pada hari ini tanggal Rabu 30 Juli 2014, telah didirikan Sebuah Unit Usaha Simpan Pinjam bernama "Papua Bangkit"

Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica sebagai sebauh badan usaha milik rakyat, terutama suku-suku di Tanah Papua menyatakan dengan bangga bahwa cita-cita untuk membantu mahasiswa Papua di pulau Jawa kini sudah mulai terbukti lewat perjuangan dan kerja keras dari PAPUAmart.com dan BANANALeafCafe.biz yang sejak tahu 2013 dibentuk dan ditugaskan oleh KSU Baliem Arabica untuk membuka segala peluang usaha di Tanah Jawa lewat wadah koperasi.

Rapat dihadiri oleh pimpinan 8 Unit usaha yang telah dibentuk selama ini oleh PAPUAmart.com, yang kini telah bergerak dengan berbagai kegiatan usaha.

Motto Unit Simpan Pinjam ini ialah

MANDIRI untuk MEMBERI!

Diharapkan dengan pembentukan Unit Usaha Simpan Pinjam ini banyak anak-anak Papua yang selama ini terkendala karena pengiriman uang yang terlambat dari orang tua atau pemerintah daerah masing-masing akan ditanggulangi.

Menurut pengurus PAPUAmart.com, langkah ini kami ambil berdasarkan analisis usaha yang kami lakukan selama setahun lamanya, dan kami temukan banyak mahasiswa Papua mengalami permasalahan pada saat tiba waktunya untuk membayar uang SPP. Padahal mereka sudah terdaftar, sudah bayar uang kontrakan, sudah beli buku dan kendaraan untuk melancarkan kegiatan kuliah, tetapi selalu tertunda karena pembayaran SPP menjadi terlambat. Menurut Jhon Kwano dari PAPUAmart.com,
Anak-anak di sini terkendala bukan karena mereka tidak mau bayar atau tidak sanggup bayar, tetapi karena terjadi keterlambatan. Terlamba beberapa minggu saja bisa berakibat cuti satu semester. Jadi pembayaran pada saat-saat kritis ini yang kami anggap perlu ditanggulangi.
Masih menurut Kwano lagi,

Jadi dalam rapat tadi sudah disepakati bahwa untuk pertama kali, kami mulai dengan peminjaman untuk pembayaran SPP saja. Untuk kebutuhan lain kami tidak tangani. 

Ditanyakan bagaimana kalau mahasiswa itu sakit keras dan harus dipulangkan dan atau kalau ada mahasiswa Papua yang meninggal, kembali Kwano menegaskan,

Ada banyak lembaga, paguyuban dan pemerintah juga ada untuk menangani situasi darurat, kami hadir bukan itu. Kami hadir dengan misi jangka panjang, membangun manusia Papua, jadi kita bagi tugas, ada yang urus ini dan itu, kami fokus urus kendala pembayaran SPP yang selama ini kami sendiri sudah pernah alami waktu kami kuliah di kota ini.

Dengan terbentuknya Unit Usaha KSU Baliem Arabica ini diharapkan anak-anak Papua yang berstudi di Yogyakarta akan dibantu sehingga tidak ada yang menjadi cuti kuliah atau lainnya hanya gara-gara keterlambatan pembayaran SPP.